DINAS PENDIDIKAN DAYAH ACEH________________________MARI KITA SUKSESKAN PENYELENGGARAAN MUSABAQAH QIRAATIL KUTUB (MQK) TINGKAT PROVINSI ACEH TAHUN 2019

Pemerintah Aceh dan Ulama Sepakat Jaga Kekhususan Aceh

Kategori : Berita Kamis, 10 Oktober 2019 - Oleh rizafazzil

 

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersepakat dengan para ulama dayah Aceh untuk terus menjaga kekhususan Aceh, termasuk bidang agama.

Penegasan tersebut disampaikan Plt Gubernur Aceh saat bertemu dan bersilaturrahmi dengan 20 ulama dayah se-Aceh, Rabu, 9/10, di Pedopo Gubernur Aceh.

Dalam pertemuan tersebut para ulama dayah melaporkan kepada Gubernur bahwa saat ini banyak pihak yang mencoba mengganggu dan menggugat kekhususan Aceh, terutama terkait dengan kebijakan implentasi Syariat Islam di Aceh.

Para ulama dayah tersebut merasa khawatir bila pihak ini terus mengganggu dan menggugat kekhususan Aceh tersebut dapat saja terjadi instabilitas di tengah-tengah masyarakat Aceh karena selama ini masyarakat Aceh para ulama telah merasa hidup rukun damai dan jauh dari konflik di tengah-tengah mainstream syariaat Islam dan kearifan lokal Aceh.

Terhadap kekhawatiran para ulama tersebut Plt Gubernur Aceh menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi perdebatan terkait kekhususan Aceh yang telah diakui negara terutama melalui UU No 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh tersebut. Menurut Plt Gubernur pihak luar Aceh saja senang dan tertarik dengan kekhususan Aceh, konon lagi kita.

Karena itu di hadapan para ulama tersebut Plt Gubernur mengajak semua pihak untuk menghormati arus utama pelaksanaan syariat Islam dan kearifan lokal di Aceh. “Mengganggu mainstream pelaksanaan syariat Islam di Aceh, oleh siapa pun, adalah penentangan yang harus kita berikan perhatian khusus”, tegas Plt Gubernur Aceh.

Sebab itu, Gubernur Aceh meminta pihak luar Aceh yang masuk ke Aceh harus memahami betul kekhususan Aceh. Misalnya, kata Plt Gubernur, soal agama. Dalam Qanun Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Pokok Pokok Syariat Islam ditegaskan bahwa di wilayah Aceh berlaku syariat Islam dengan iktikad Ahlussunnah wal jamaah, bermazhab Syafi’I, serta tetap menghormati maszhab mazhab muktabarah lainnya.

Menurut Plt Gubernur inilah maistream dan kearifan lokal Aceh yang harus dihormati oleh semua pihak, termasuk pihak luar yang datang ke Aceh.

Pertemuan silatauarrahmi Plt Gubenur Aceh dan ulama yang difasilitasi Dinas Dayah itu berjalan lancar, khgidmat dan penuh kehangatan. Pada kesempatan tersebut sejumlah ulama menyampaikan saran dan pendapat dan Plt Gubernur Aceh pun mendengar dan menyimaknya dengan seksama.

Forkopimda Saweu Ulama

Pada kesempatan tersebut Plt Gubernur Aceh mengaku setiap saat membutuhkan saran dan nasihat para ulama, mengingat dinamika Aceh dan tanggung jawab nya sebagai Kepala Daerah semakin hari semakin komplelk dan dinamis.

Gubernur mengaku secara periodik ingin bertemu dan berdiskusi dengan ulama se-Aceh.

Karena itu, pada kesempatan tersebut Plt Gubenur Aceh meminta Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny, mulai tahun 2020 memfasilitasi Kegiatan Forkopimda Saweu Ulama ke berbagai penjuru Aceh.[]