DINAS PENDIDIKAN DAYAH ACEH________________________MARI KITA SUKSESKAN PENYELENGGARAAN MUSABAQAH QIRAATIL KUTUB (MQK) TINGKAT PROVINSI ACEH TAHUN 2019

MASKOT MUSABAQAH QIRAATUL KUTUB (MQK) TINGKAT PROVINSI ACEH TAHUN 2019

Kategori : Berita Rabu, 25 September 2019 - Oleh rizafazzil

 

MAKNA MASKOT

Mascot ini merupakan representasi dari karakteristik santri yang berpegang teguh pada prinsip ‘adalah dan muru’ah (moral probity) dengan mengenakan pakaian adat meuseukah, kain sarung, kupih aceh, alas kaki sandal. Secara semiotic, mascot tersebut menampilkan impresi optimistis, semangat juang, sederhana dan bersahaja sebagaimana karakter santri yang sesungguhnya.


1. Kupiah/peci khas Aceh menggunakan warna dasar hitam dengan ornament tradisional memiliki cerminan budaya lokal dan spiritualitas.
2. Perilaku kinetik (Bahasa Tubuh) yang menunjukkan sikap yang menjunjung tinggi kitab kuning sebagai sumber keilmuan .
3. Kain sarung bukanlah barang yang bernilai tinggi dan mewah namun memiliki kekayaan Nusantara, yang menyatukan stratikasi sosisal dengan tujuan persatuan dan kesatuan antar sesama.
4. Alas kaki ialah salah satu cerminan hidup sederhana dan tidak bermewah-mewah. Alas kaki juga bagian langkah preventif yang melindungi kaki dari bahaya dalam perjalanan. Secara ilosois, alas kaki menjadi pelindung utama dari pijakan dasar santri (ilmu adab).