DINAS PENDIDIKAN DAYAH ACEH________________________MARI KITA SUKSESKAN PENYELENGGARAAN MUSABAQAH QIRAATIL KUTUB (MQK) TINGKAT PROVINSI ACEH TAHUN 2019

Dinas Dayah Teken Mou Pengembangan Bahasa Dengan 10 Dayah

Kategori : Berita Rabu, 12 Juni 2019 - Oleh rizafazzil

 

Dinas Pendidikan Dayah Aceh pada Rabu (12/06) melaksanakan kegiatan Penandatanganan Memorandum of Understanding atau MoU dengan Dayah dalam hal pengiriman Guru Dayah yang magang untuk kursus Bahasa Arab dan Bahasa Inggris ke Pulau Jawa di Hotel Al-Hanifi Banda Aceh.

Dalam kesempatan itu, Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh akan menjalani Nota Kesepahaman dengan 10 Dayah dan masing-masing dayah mengirim 5 orang guru, diantaranya : Dayah MUDI Mesra Samalanga, Bireuen, Pimpinan Abu H Hasanoel Bashry HG (Abu Mudi), Dayah Raudhatul Muarrif, Aceh Utara, Pimpinan Tgk H Muhammad Amin Daud (Ayah Cot Trueng), Dayah Darul Ulum Al-Munawwarah, Lhoksemawe, Pimpinan Tgk H Abu Bakar Ismail, Dayah Darurrahmah Sepadan, Subulussalam, Pimpinan Tgk M Rasyid S.Sos.,I, Dayah Raudharul Jannah, Subulussalam, Pimpinan Tgk Amrullah, Dayah Ruhul Fatayat, Aceh Besar, Tgk H Muksalmina AW, LPI Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Aceh Besar, Pimpinan Tgk H Faisal Ali S.Sos.,I (Lem Faisal), Dayah Babussalam, Aceh Utara, Pimpinan Tgk H Sirajuddin, Dayah Raudhatul Jihad, Gayo Lues, Pimpinan Tgk Aji Slamet, dan Dayah Darul Abrar, Aceh Jaya, Pimpinan Tgk H Mustafa Sarong, S.Pd.,I (Walidy).

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny dalam sambutannya pasca Penandatanganan MoU tersebut menyampaikan beberapa hal terkait dengan kerjasama tersebut dimana meminta Pimpinan Dayah untuk berkomitmen dalam tindak lanjut pemanfaatan ilmu yang di dapat selama para guru melakukan magang. Dimulai dari pengiriman peserta sampai dengan para peserta kembali lagi ke dayah. Para Guru yang sudah Magang agar diberikan jam mengajar Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Selama ini, kemampuan penguasaan bahasa asing dari kalangan dayah sangat terbatas, baik itu Bahasa Arab maupun Bahasa Inggris, untuk itu sangat diharapkan ke depan para santri dayah mahir dalam penggunaan bahasa Internasional tersebut.

Sebagaimana harapan kita bersama, agar santri lulusan dayah tidak hanya mampu bersaing di dalam negeri saja, namun mampu bersaing juga di Luar Negeri, tutur Usamah.

Pemerintah Aceh melalui Program Aceh Carong berkeinginan seluruh anak-anak Aceh mendapatkan pendidikan yang berkualitas yang mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional, regional, dan internasional, ucapnya lagi.

Kadis juga menyampaikan bahwa program magang guru dayah untuk belajar bahasa ini didukung penuh dan disambut baik oleh pimpinan dayah, untuk itu saya mengharapkan masukan agar ke depan program-program dalam meningkatkan kualitas dayah dapat terwujud sesuai dengan yang kita impikan.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman teungku dayah dalam berbahasa Arab dan Inggris, sehingga nanti ilmu yang didapat di sana bisa diaplikasikan di dayah masing-masing. Semua ini adalah untuk memperkaya sisi “keilmuan” para guru di dayah setelah melihat proses belajar-mengajar di tempat lain, tutur Usamah menutup arahannya.[]