DINAS PENDIDIKAN DAYAH ACEH

Dalam Raker PB HUDA ini harapan Usamah

Kategori : Berita Kamis, 28 Februari 2019 - Oleh rizafazzil

 


Aceh Bersyariat, Carong dan Bermartabat adalah bagian dari tema Rapat Kerja Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA), di Hotel Mekah, Banda Aceh, yang dimulai pada Tanggal 01 Maret 2019.

Rapat Kerja yang berlangsung selama 3 hari 01-3 Maret itu mengusung tema, “Konsolidasi Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh Dalam Pembangunan Aceh Bersyariat, Carong dan Bermartabat.

Konsolidasi ini diharapkan untuk dapat menghasilkan sebuah pemikiran, rekomendasi, nasihat apa yang seharusnya dilakukan oleh Pemerintah Aceh,” sebut Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny, mewakili Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Menurutnya, HUDA sebagai organisasi representatif dari Ulama Dayah, dapat menjadi mitra pemerintah, yang mampu menghasilkan buah pikiran dalam mengurangi beban pemerintah dalam menyelesaikan persoalan keumatan.

Kemudian, Usamah menggambarkan hal yang menggembirakan terjadi di kota-kota yang ada di Aceh, dimana anak-anak muda rajin beribadah, namun tidak diimbangi dengan menuntut ilmu. Maka dalam pandangannya, perlu hadirnya ulama-ulama dayah untuk mengisi kekosongan tersebut.

Kemajuan teknologi memaksa kita untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman, modifikasi metode dakwah ulama dayah harus disesuaikan dengan tuntutan zaman. Dakwah tidak harus bertatap muka, namun bisa saja melalui siaran langsung ataupun rekaman, yang bisa diputar di Radio, Medsos, dan media-media lainnya, ujar mantan Sekretaris BKN Regional Aceh itu.

Dalam sesi pertama seminar yang dimediatori oleh Waled Rusli Daud itu, tampil sebagai pemateri, Ketua Umum PB HUDA, Tgk. H. M. Yusuf A. Wahab atau akrab disapa Tu Sop dan Usamah El-Madny, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

Dalam tanya jawab dengan para peserta Raker Usamah mengatakan akan berbuat yang terbaik dalam pengembangan dan kemajuan pendidikan dayah di Aceh, tentu berkat doa dan dukungan dari para Ulama, berbagai masukan dan kritik yang konstruktif akan saya terima dengan baik.

Jika ada kekurangan yang dilihat segeralah kita diskusikan bersama, tentu untuk dapat memperoleh hasil yang terbaik. Semua bisa dikomunikasikan, saya sebagai perwakilan dari Pemerintah Aceh selalu membuka ruang diskusi dengan para Ulama Dayah. Selama ini Pemerintah Aceh selalu melibatkan Ulama dalam keputusan-keputusan yang strategis, Nasehat dan Rekomendasi Ulama selalu menjadi Pertimbangan Pemerintah Aceh, Tegas Usamah.

Sementara Tu Sop, yang tampil pada sesi yang kedua, ulasannya lebih menyorot terhadap penerapan syariat islam secara kaffah, dengan konsep jitu agar menyentuh semua sektor kehidupan.

Tu Sop menjelaskan, Ummat Islam itu harus bersatu supaya kuat, agar suaranya di dengarkan, Agama harus hadir dalam bentuk kekuatan yang lebih strategis, ujar Ulama yang suka berdialog ini.[]