DINAS PENDIDIKAN DAYAH ACEH________________________MARI KITA SUKSESKAN PENYELENGGARAAN MUSABAQAH QIRAATIL KUTUB (MQK) TINGKAT PROVINSI ACEH TAHUN 2019

Kadis Dayah, Santri Aceh harus meneladani Abon Aziz, Ulama yang sangat cinta belajar dan mengajar.

Kategori : Berita Selasa, 19 Februari 2019 - Oleh rizafazzil


Kamis Shubuh (14/2) Kadis Pendidikan Dayah Aceh bertolak dari Banda Aceh menuju ke Samalanga untuk menghadiri acara HAUL Abon Aziz Samalanga yang ke-30. Para Alumni yang tergabung dalam Pengurus Pusat Rabhitah Alumni Pesantren MUDI Mesjid Raya Samalanga menjadi panitia HAUL Abon yang ke-30 yang acaranya bertempat di Mesjid Raya Poeteumereuhom Samalanga, Kabupaten Bireuen.

Acara yang mengundang seluruh Alumni Dayah MUDI Mesra Samalanga ini juga melakukan doa bersama kepada Abi Hanafiah Bin Ibnu Abbas (Tgk Abi) dan juga kepada Abon H Abdul Aziz bin Shaleh (Abon Samalanga) yang dipimpin oleh Abu Kuta Krueng.

Tgk H Abdul Aziz Bin Tgk M Saleh memimpin Dayah MUDI Mesra Samalanga sejak tahun 1964, semenjak kepemimpinan Abon Aziz selama kurun waktu 25 tahun, dayah MUDI terus bertambah muridnya terutama dari wilayah Aceh dan Sumatera.

Abon Aziz dikenal sangat mencintai para penuntut ilmu, Ada satu pesan yang sangat sering diamanahkan kepada murid-muridnya yaitu beut-semeubeut, dimanapun dan dalam kondisi bagaimanapun sepulang dari dayah nantinya, walau hanya bermodal sebuah balai di depan rumah namun tetap menerapkan transfer ilmu yang didapat selama mondok di Dayah, terbukti saat ini jumlah Dayah yang sudah didirikan oleh alumni Dayah Mudi Mesra Samalanga berjumlah 423 Dayah yang tersebar di daerah Aceh dan di luar Aceh.

Allahuyarham Abon Aziz berpulang ke hadhirat-Nya pada tanggal 9 Jumadil Akhir 1409/17 Januari 1989 dalam usia 58 tahun. Beliau dikebumikan di Samalanga, dalam komplek putra Dayah LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga.

Kadis Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny dalam kesempatan HAUL Abon Aziz yang ke-30 mengatakan Abon Aziz merupakan ulama besar Aceh yang telah mewujudkan kecerdasan dan kesalehan ummat di Aceh, kepada seluruh santri Aceh agar dapat meneladani sifat-sifat Abon dalam proses menuntut ilmu, proses pegembangan dan kemajuan pendidikan dayah. Bagaimana ketika Abon mengelola Dayah, masyarakat berbondong-bondong untuk mengantar anaknya belajar di Dayah.

Tatanan pendidikan Dayah di Aceh harus dijaga keberlangsungannya, kita harus sepakat bahwa apabila Dayah tidak lagi beraktivitas di Aceh, maka tatanan keislaman orang Aceh akan hancur, oleh karena itu kita semua mempunyai tanggung jawab bersama untuk mempertahankan kehidupan dayah sebagai basis menuntut ilmu agama bagi generasi Aceh ke depan, ungkap Usamah.

Abon Aziz adalah Pelita bagi Umat, walaupun sudah tiada namun keteladanan beliau selama hidup di Dunia ini masih dikenang hingga sekarang, tentu beliau memiliki kepribadian yang luar biasa, sangat sulit jika ingin menyamai kepribadian yang beliau miliki, namun bagi santri-santri yang saat ini mondok di Dayah, dengan ketekunan dan keuletan dalam proses belajar-mengajar tidak sulit untuk bisa menyamai sosok Abon, Abon harus punya pengganti yang sehebat dirinya, tidak lain dan tidak bukan, dari Kalangan Santri tentunya.