DINAS PENDIDIKAN DAYAH ACEH

Memperingati Hari Santri Nasional, Dinas Pendidikan Dayah Aceh Laksanakan Seminar

Kategori : Berita Senin, 22 Oktober 2018 - Oleh rizafazzil

 

Untuk memeriahkan Hari Santri Nasional, semua elemen yang menghargai Santri sebagai Pihak yang paling berjasa dalam proses kemerdekaan Republik Indonesia mengadakan berbagai acara untuk mengisi Peringatan tersebut, karena santri dianggap sangat berperan dalam proses ikut memperjuangkan kemerdekaan terlebih pada masa pra kemerdekaan. Para santri telah berkorban materi bahkan nyawapun dipertaruhkan untuk mewujudkan kemerdekaan. Sehingga peran santri di republik ini tidak bisa diremehkan. Mereka sudah teruji dari sebelum kemerdekaan. Untuk itu, Dalam Rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2018, Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh Sabtu (20/10) menyelenggarakan seminar dengan tema “Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa”. Acara yang berlangsung selama Satu Hari ini di adakan di The Pade Hotel Lampeuneurut Aceh Besar.


Jumlah peserta seminar dalam acara ini adalah 60 orang yang berasal dari utusan Instansi Pemerintah, Organisasi yang berafiliasi dengan Dayah, dari Lembaga Dayah dan Perseorangan. Adapun Narasumber yang mengisi seminar adalah para Cendikiawan yang berasal dari dalam Dayah dan juga yang dekat dengan Kalangan Dayah diantaranya Tgk H Anwar Bin Tgk H Usman Kuta Krueng Pimpinan Dayah Putra Darul Munawwarah Pidie Jaya dengan Materi “Peran Santri dalam Pembangunan Nasional”, yang kedua Teuku Zulkhairi beliau adalah Sekjen Bakomubin Aceh dengan Materi “Tantangan Santri dalam Menjaga Moralitas Bangsa”, yang ketiga adalah Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh dengan Materi “Tantangan Santri di Era Globalisasi”, dan yang keempat adalah Usamah EL-Madny S.Ag MM Kepala Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh dengan Materi “Kebijakan Pemerintah Aceh dalam Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Dayah.” Hal ini dikatakan oleh Ketua Panitia Acara Drs Muhammad Nas yang juga Kasi Bimbingan dan Pengasuhan pada Bidang Pemberdayaan Santri Pada Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh.


Kepala Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh Usamah EL-Madny saat Pembukaan Acara Menyampaikan pesannya kepada Santri Peserta Seminar dan Seluruh Santri yang ada di Aceh agar mengetahui bahwa Hari santri merupakan wujud pengakuan pemerintah kepada santri dan ulama dalam merebut dan mengisi kemerdekaan. Kita memperjuangkan kemerdekaan tanpa melupakan ke-Islaman kita, ujarnya.


Lanjutnya, Pada tanggal 22 Oktober 1945 merupakan momentum saat ulama yang memimpin Pondok Pasantren/Dayah mengeluarkan resolusi jihad di mana isinya adalah setiap Muslim wajib melawan penjajah. Ulama yang menyerukan tersebut adalah KH Hasyim As’ary sebagai ulama pendiri NU menyerukan jihad dengan mengatakan bahwa “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap individu“.
Untuk itu semua santri bertanggung jawab menjaga keberagaman antar sesama kita untuk keberlangsungan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tingkatkan Kualitas belajar di Dayah dengan baik, insya allah kerukunan kita juga semakin membaik. Kadis Dayah itu juga mengapresiasi para santri yang setiap harinya sarat dengan nilai edukasi selama 24 jam penuh.

Pada Kesempatan itu Usamah juga menyinggung bahwa untuk ke depan nya Insya Allah peringatan Hari Santri akan kita buat lebih Meriah lagi, Yang sudah kita rencanakan adalah Perlombaan Musabaqah Qiratul Kutub untuk tingkat Provinsi yang akan kita buat bersamaan dengan Peringatan Hari Santri Nasional pada Tahun 2019 nanti, Insya Allah, Ujarnya.


Hadir dalam acara seminar tersebut di antaranya perwakilan dari HUDA (Himpunan Ulama Dayah), RTA (Rabithah Thaliban Aceh), IPSA (Ikatan Penulis Santri), ISAD (Ikatan Sarjana Alumni Dayah), Perwakilan 16 Dayah dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, serta tamu undangan lainnya.()