DINAS PENDIDIKAN DAYAH ACEH

Bustami Usman: Tidak Ada Dayah untuk Non Muslim

Kategori : Berita Sabtu, 20 Januari 2018 - Oleh rizafazzil

Banda Aceh- Kepala Dinas Pendidikan Dayah Propinsi Aceh,Dr. Bustami Usman, S.H,S.A.P,M.Si, menjelaskan dinas yang dia pimpin berupakan bagian dari keistimewaan Aceh. Sehingga tidak mengurus pendidikan di luar agama Islam.

Hal ini disampaikan olehnya terkait beredarnya draft Qanun Aceh Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah Tahun 2017, untuk mengklarifikasi berita tentang adanya upaya dinas dayah mendanai pendidikan agama non Islam.

“Yang beredar di internet itu adalah draft awal yang dicopy paste dari Qanun Pendidikan. Ketua penyusunnya Pak Mawardi Ismail, bersama akademisi lainnya di Fakultas Hukum Unsyiah. Sekali lagi itu draft awal. Saat ini kami sudah memiliki draft terbaru. Pasal 38 pun sudah berganti isinya,” ujar Bustami, Sabtu (20/1/2018).

 
Pasal 38 hasil revisi terakhir disebutkan: ayat (1). Pendidikan dayah terdiri atas;
a. pendidikan dayah/pesantren; dan
b. pendidikan dayah diniyah.

ayat (2). Pendidikan dayah /pesantren sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dapat menyelenggarakan satu atau berbagai satuan dan/atau program pendidikan dayah pada jalur formal, nonformal dan informal.

“Jadi yang pasal 38 pada draft sebelumnya, merupakan copy paste dari qanun pendidikan. Mungkin tim penyusun alpa. Tapi ya sudahlah. Memang tidak ada lagi di dalam draft terbaru,” ujar Bustami.

Dalam kesempatan itu Bustami menjelaskan, Dinas Pendidikan Dayah Propinsi Aceh hanya mengurus perihal dayah (pendidikan Islam). Tidak ada hubungan dengan agama dan keyakinan di luar Islam.

“Ini bukan murni ingin mengkritisi kinerja kami. Tapi sudah masuk ranah politik. Saya paham. Tapi publik juga harus paham kami yang di dinas dayah juga Islam. Kita sama-sama Islam. Jadi, jangan kedepankan persepsi buruk dulu,” imbuh Bustami.