DINAS PENDIDIKAN DAYAH ACEH

Al Muslimun dan Madinatul Fata Dayah Terbersih se-Aceh

Kategori : Berita Rabu, 06 Desember 2017 - Oleh Abdul Hadi

 

BANDA ACEH - Dayah Al Muslimun, Desa Meunye Mu, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara dan Dayah Madinatul Fata, Desa Lampeuot, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, terpilih sebagai juara pertama Lomba Dayah Bersih dan Sehat Se-Aceh Tahun 2017 kategori dayah terpadu dan dayah salafiyah. Selain juara pertama, Dinas Pendidikan Dayah Aceh selaku pelaksana lomba itu juga memilih juara II hingga harapan III untuk masing-masing kategori.

Penyerahan hadiah kepada pemenang lomba berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Dayah Aceh, kawasan Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (4/12). Hadiah kepada juara diserahkan Kadi Pendidikan Dayah Aceh, Dr Bustami Usman SH SAP MSi.

Selain keluarga besar Dinas Pendidikan Dayah Aceh, penyerahan hadiah itu juga dihadiri tim penilai dayah bersih dan sehat Provinsi Aceh, tim pendamping dayah dari instansi terkait di kabupaten/kota, dan sejumlah tamu undangan lainnya.


Kepada juara, panitia menyediakan hadiah berupa piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan. Besarnya uang pembinaan untuk juara I, II, dan III masing-masing kategori yaitu Rp 16 juta, Rp 12 juta, dan Rp 9 juta. Sedangkan juara harapan I, II, dan III masing-masing kategori mendapat uang pembinaan Rp 7 juta, Rp 6 juta, dan Rp 5 juta plus piala dan piagam penghargaan.

Bustami Usman dalam sambutannya antara lain mengatakan, penilaian dayah bersih dan sehat yang dilakukan pihaknya merupakan salah satu media berbenah diri bagi dayah untuk mencapai tingkatan dan nilai-nilai syariat dalam bentuk ‘bersih itu bagian dari imam.’ Menurut Bustami, dayah adalah simbol Islam yang sangat pantas menjadi pelopor kebersihan. Sebab, bersih akan menimbulkan suasana dan lingkungan yang sehat. Dengan demikian dayah akan melahirkan santri-santri yang sehat pula.

“Kami ucapkan selamat kepada dayah yang terpilih sebagai juara. Semoga prestasi itu dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Kepada dayah yang belum juara, kami berharap tak putus asa. Tapi, terus berusaha agar ke depan menjadi yang terbaik,” ungkap Bustami.

Ditambahkan, penilaian dayah bersih dan sehat dilakukan dewan juri yang terdiri atas unsur Dinkes Aceh, Dinas Kebersihan Kota Banda Aceh, dan BPSPAM Regional. “Tujuan lomba ini untuk memupuk kebiasaan perilaku hidup sehat di kalangan santri serta menciptakan lingkungan dayah yang bersih dan sehat,” pungkasnya.(jal/serambi indonesia)